Mardiyanto, Sebuah Kisah Inspiratif GKB " Rela Memberikan Uang Transport Kepada Anak GKB Asal Tetap Bersekolah "

Iklan Semua Halaman

Mardiyanto, Sebuah Kisah Inspiratif GKB " Rela Memberikan Uang Transport Kepada Anak GKB Asal Tetap Bersekolah "

Kamis, 18 Juni 2020
Mardiyanto Kasek SMK Ma'arif NU Paguyangan Saat menceritakan Kisah Inspirasi GKB di Aula Balai Desa Wanatirta ( Dok BU ) 

Brebes - Sudah 3 tahun ini sekolah SMK Ma'arif NU Paguyangan Kabupaten Brebes menerima peserta didik dari Anak Tidak Sekolah (ATS) Kembali Bersekolah melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Ada 5 Anak yang belajar di sekolah ini yakni Hilda Ifelia, Lulut Adelia, Wahyudin, Irfan Fauzi, Rijal, mereka semua adalah Anak GKB yang dikembalikan dari kepedulian Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Wanatirta. 

Perjuangan mereka patut diapresiasi, maklum dalam kondisi ekonomi orang tua yang tidak mampu, semangat belajarnya tetap ada, hingga sekarang ke lima anak ini yang lulus empat orang dengan pilihan jurusan teknik komputer jaringan, satu anak bernama Rijal tidak melanjutkan lagi karena anak tersebut merantau ke luar kota. 

Keempat anak ini, awalnya mau putus juga, karena terkendala pada transport, dimana kedua orang tuanya kesulitan harus membiayai atau memberikan uang transport, sehingga komitmen Kepala Sekolah bersama-sama dengan Guru yang ada di SMK untuk iuran bersama dengan memberikan uang transport kepada anak tersebut, agar tidak putus sekolah, tetap belajar sampai lulus, karena selama menjadi siswa tidak pernah membuat ulah atau catatan buruk di SMK. 

" Anak ini pintar dan semangat belajarnya tinggi, namun terkendala pada transport, akhirnya sepakat dari guru yang ada lalu menyisihkan infaq dan jariyah kepada anak tersebut, dengan harapan bisa membantu biaya transportasi termasuk uang sakunya, pihak sekolah juga membebaskan biaya uang gedung dan lainnya, hanya uang yang dari dana GKB APBD, tetap dibayarkan ke sekolah karena sebelumnya pihak sekolah memberikan talangan semua kebutuhan baju, seragam, dan buku, saat dana sudah cair lalu sebagian dibayarkan, dan sisanya dibawa ke anak untuk membantu keperluan lainnya, " kata Mardiyanto saat menyampaikan kisahnya kepada semua pengurus FMPP Desa Wanatirta kemarin, Rabu (17/06/2020). 

Mardiyanto ini adalah sosok Kasek SMK Ma'arif NU Paguyangan yang peduli dan selalu proaktif ketika ada anak GKB yang mau belajar di sekolahnya, silahkan anak SMP/MTS yang sudah lulus, dan ingin belajar di SMK Maarif NU kami menerima dengan lapang dada. Sosok mardiyanto  asli putra daerah Wanatirta, dia juga sekarang aktif diberbagai kegiatan kemasyarakataan dan desa, salah satunya sebagai Ketua BPD Desa Wanatirta dan aktif di NU Kecamatan Paguyangan. 

Keempat anak GKB yang tahun ini dinyatakan lulus, pihaknya meminta agar tetap bisa melanjutkan kuliah atau bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki, hingga sekarang ini pihak sekolah sedang menunggu ijazah dari Kemendikbud untuk anak yang lulus di tahun ini, nanti ijasah akan diberikan kepada semua anak yang lulus tahun ini. 

Pendamping Anak GKB Lidia Alfi dan Ikmah saat mengembalikan ATS ke SMK Maarif NU 


Ditempat terpisah, Pendamping Anak ATS Lidia Alfi dan Ikmah membenarkan bahwa pada tahun 2017, telah mendampingi ke M. Rijal (16), Lulut Adelia (16), Hilda Ivelia (15), Wahyudin (17) dan Irfan Faozi (16) yang berasal dari Dukuh Kedawung Desa Wanatirta Kecamatab Paguyangan Kabupaten Brebes yang diberi kesempatan untuk kembali bersekolah, dan sambut dengan baik oleh Mardiyanto, S.Ag selaku Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan.

Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU 01 Paguyangan Mardiyanto, S.Ag mengatakan, dirinya sangat senang karena masih ada orang tua yang mempunyai kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka.

” Saya sangat senang karena bapak dan ibu sudah mengijinkan anak-anaknya untuk kembali bersekolah, saya harap bapak dan ibu harus selalu mendukung dan mengawasi anak-anaknya agar tetap semangat belajar,” ujarnya kepada wali murid.

Mardiyanto juga berpesan kepada anak-anak agar tetap semangat belajar walaupun sudah ketinggalan pelajaran selama 2,5 bulan.

“Walaupun kalian sudah ketinggalan pelajaran saya harap kalian bisa segera menyesuaikan dengan teman-teman yang lain. Kalian harus serius dalam belajar dan jangan sampai mengecewakan orang tua. Kalian diberi kesempatan oleh Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) untuk dapat menuntut ilmu,gunakan kesempatan ini dengan baik agar kalian menjadi manusia yang bermanfaat nantinya” ujar Mardiyanto.

Salah satu wali murid Tarmo, merasa bersyukur karena harapan agar anaknya melanjutkan sekolah sudah terwujud.

” Alhamdulillah harapan saya agar anak saya bisa melanjutkan sekolah sudah terwujud. Terima kasih banyak Tim Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dan mba lidia serta mba ikmah yang telah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk bersekolah lagi,” kata Tarmo 

Desa Wanatirta adalah salah dari 7 desa intervensi replikasi kegiatan Pendidikan Untuk Semua Kerjasama UNICEF-ITB Semarang-Pemkab Brebes tahun 2020. 

( Kontributor : Bahrul Ulum)