Warga Harus Peduli Dengan Reboisasi di daerah DAS

Iklan Semua Halaman

Warga Harus Peduli Dengan Reboisasi di daerah DAS

Minggu, 14 Juni 2020

Riyadi Santoso bersama tim, Gerakan Penanaman Hutan di Aliran DAS (Dok Riyadi)


Oleh : Riyadi Santoso, SE Aktivis Lingkungan Forpambes Kabupaten Brebes Tinggal di Cimunding Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes

Bicara hutan, tidak bisa ditangani oleh Perhutani saja, tapi sangat penting keterlibatan para petani hutan, dan aktivis Lingkungan sekaligus Pemerintah Derah, Dnia Usaha dan Masyarakat hutan itu sendiri.

Hutan harus lestari dan jangan mudah menebang hutan apalagi ada oknum yang senang dengan perbuatan melawan hukum yakni illegal logging atau pembalakan liar hutan, baik itu hutan lindung maupun hutan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Untuk melestarikan Hutan, maka tanaman hutan tegakan harus berdiri kokoh, masyarakat harus rajin menanam pohon, termasuk merawatnya dengan baik, tanpa ada keterlibatan semua pihak maka tidak akan tercapai upaya pelestarian hutan secara maksimal.

Apa yang dilakukan oleh Forum Pelanggam Air Minum dengan Pataldas Brebes sebagai organisasi yang peduli pada isu ketersediaan air dan hutan lestari, menjadi penting seperti halnya pada tahun 2019 mereka mampu menanam 1000 Pohon di lahan kritis di wilayah selatan Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes,  alasan mereka karena ada kerusakan hutan yang sudah sangat memprihatikan dan mengakibatkan debit air waduk menjadi berkurang.

Sebagai relawan Forum pelanggan air minum Brebes (Forpambes) Riyadi Santoso dan anggota Pataldas mengatakan, untuk memulihkan kondisi itu,  sebanyak 1000 bibit pohon ditanam melalui Gerakan Reboisasi tanah kritis di wilayah Selatan Waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes.

" Ini adalah bentuk pengabdian sebagai masyarakat untuk ikut berkiprah demi kemajuan bersama,Siapa yang akan menanam pasti akan menuai, begitu juga pohon. Semoga saja tidak sampai" katanya. 

Sebagai pegiat lingkungan, kondisi DAS  dalam keadaan memprihatinkan. Saat ini, sebagian DAS di wilayah Brebes tidak mampu menjalankan fungsi hidrologis, yakni menyimpan air dan menjadikan air tanah. "Dampaknya adalah ketika musim penghujan banjir dan kekeringan ketika kemarau," tambahnya. 

Penanaman pohon ini bagian dari upaya untuk mengatasi kerusakan DAS itu," ujarnya. Melalui kegiatan penanaman pohon, Riyadi menambahkan, diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon dan merawatnya.

Bupati Brebes menanam hutan di Wilayah Kecamatan Ketanggungan Brebes 


Ditempat terpisah, Apa yang dilakukan oleh Bupati Brebes Idza Priyanti juga dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-342 Kabupaten Brebes, peserta diajak menanam pohon sebagai upaya pencegahan banjir dan reboisasi. 

Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar pegunungan di wilayah Brebes kembali ditanami pohon karena banyak yang gundul.

" Langkah antisipasi terjadinya banjir antara lain dengan melakukan penanaman pohon di wilayah hulu Kecamatan  Ketanggungan. Maka kegiatan gerak jalan pun dipindahkan lokasinya, yang semula di Kecamatan Bulakamba pindah ke Kecamatan Ketanggungan, di daerah pegunungan," katanya.

Bupati mengaku prihatin melihat hutan di perbukitan banyak yang gundul sehingga menyebabkan bencana banjir, seperti yang terjadi di Ketanggungan.

Apa yang dilakukan itu jelas sangat dibutuhkan, siapa yang menanam pohon pastinya puluhan tahun yang akan datang akan terasa manfaatnya, pohon yang ditanam bisa menjadi sarana penyejuk lingkungan dan pohon yang berdiri kokoh akan menyerap air, dan saat hujan lebat air tidak langsung mengalir ke hulu secara langsung sehingga aliran sungai tidak terlihat pekat airnya karena lahan dihulunya sudah terawat baik.