Covid-19 : Warga Harus Paham Apa Itu RAPID TEST

Iklan Semua Halaman

Covid-19 : Warga Harus Paham Apa Itu RAPID TEST

Sabtu, 13 Juni 2020
Pemeriksaan Rapid-Test Covid-19 (Foto Dinkes Brebes)

Brebes (cbmnews.net) - Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Brebes, Jawa Tengah dr. Rudi Pangarsaning Utami, M.Kes mengatakan bahwa pentingnya masyarakat di Kabupaten Brebes untuk mengetahui pemeriksaan RAPID-TEST Covid-19.
Sehingga tidak membuat was-was apalagi kemudian menyampaikan kembali informasi dari mulut ke mulut keliru, menimbulkan kepanikan warga lain yang tidak paham apalagi sampai mengucilkan warga dengan rapid tes reaktif.

Hal yang perlu diketahui terkait Rapid Test Covid-19 yakni : Pertama, Rapid-test bukan diagnostik, tetapi sebagai screening/seleksi/pilah antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karena ada keluhan klinis, resiko terpapar. Minggu ( 14/06/2020).

Walau bukan diagnostik,  pemeriksaan ini sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan.

Kedua,  Pemeriksaan diagnostik untuk Covid-19 adalah real time-PCR (RT-PCR) melalui swab/usapan tenggorok,

Ketiga,  Hasil reaktif pada rapid-test tidak serta-merta seseorang sebagai penderita Covid19, mesti diikuti dengan RT-PCR. Ini penting untuk menghindari stigmatisasi ditengah masyarakat kepada yang RAPID-TEST REAKTIF.

Selain itu  hasil NON REAKTIF pada rapid test bukan berarti bebas Covid19. Diulang kembali setelah 10 hari. Bila non reaktif, bebas Covid19.  Bila reaktif diikuti pemeriksaan RT-PCR.

Kemudian, baik yang reaktif maupun yang non reaktif tetap prosedur isolasi/karantina diri, karena yang diperiksa adalah hanya mereka yang secara surveilans dianggap ada keterkaitan dengan Covid-19.

Ketentuan di bawah ini dapat menjadi acuan untuk mengetahui kondisi seseorang terkait paparan covid 19, Pertama, Jika diketahui PCR (+), Ig M (-), Ig G (-), Infeksi Baru mulai. Infeksi biasanya hari ke 1-7.

Kedua, jika PCR (+), Ig M (+), Ig G (-)
Berarti infeksi akut,  Lagi menuju puncak infeksi, Biasa nya hari ke 7-14.

Ketiga, jika PCR (+), Ig M (+), Ig G (+), Infeksi di puncak mulai menurun menuju sembuh
Biasanya hari ke 14-21, Makanya isolasi 2 minggu.

Keempat, jika PCR (+), Ig M (-), Ig G (+), Infeksi menuju sembuh, Biasanya hari ke 21-28.

Kelima, jika PCR (-), Ig M (-), Ig G (+), berarti infeksi lebih dari 1 bulan dan menjadi sembuh.

Namun Apabila Tidak menular, Biasanya setelah 1 bulan terinfeksi.

Disampaikan kepada masyarakat agar saat periksa di layanan kesehatan seperti di Puskesmas, RS Pemerintah atau Swasta dan Layanan Kesehatan lainnya, untuk berkata Jujur Saat petugas Menanyakan, keluhan Anda, Riwayat Sakit Anda, dan Riwayat Perjalanan Anda/ Telah Berpergian Kemana Saja.

Dinkes Brebes Update Covid-19

" Karena Kejujuran anda membantu kita semua dan Kebohongan Anda menyebabkan malapetaka. Ketika Anda berbohong akan hal diatas maka akan menjadi bencana dan malapetaka khususnya bagi para tenaga kesehatan  yang menangani juga keluarganya," pungkasnya.

Kontributor : Bahrul Ulum