Hj. Nur Nadlifah : Usut Kasus Kekerasan pada Perempuan dan atasi Stunting

Iklan Semua Halaman

Hj. Nur Nadlifah : Usut Kasus Kekerasan pada Perempuan dan atasi Stunting

Jumat, 25 September 2020

 

Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, MM saat memberikan sosialisasi di hadapan kader fatayat, kader posyandu dan organisasi perempuan.

BREBES – Dalam rangka Penguatan Pancasila, NKRI, UUD Tahun 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil IX Jawa Tengah Hj. Nur Nadlifah, S.Ag, MM melakukan sosialisasi di hadapan kader fatayat NU , kader posyandu dan organisasi perempuan, Sabtu ( 26/09/2020 ).

 

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mendala Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Tema yang disampaikan pada pertemuan tersebut membahas tentang kekerasan pada perempuan dalam keluarga dan kasus stunting di Kabupaten Brebes.

 

Dalam pemaparannya, Hj. Nur Nadlifah mengatakan, Fatayat sebagai organisasi umat harus memberdayakan ekonomi masyarakat, membantu program bidang pendidikan, kesehatan termasuk pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap perempuan.

 

“ Pastikan tidak ada kekerasan terhadap perempuan, dan pengarustamaan gender harus tetap digalakan secara bertahap dan berkesinambungan,” paparnya.

 

Termasuk juga kader posyandu dan organisasi perempuan di Brebes harus mampu menjadi garda terdepan dalam rangka pengadvokasian kasus kekerasan pada perempuan, agar tidak semakin banyak kasus yang terjadi akibat bungkamnya kasus kekerasan.

 

Mba Nad, sapaan akrab Hj. Nur Nadlifah juga menjelaskan, upaya pemerintah mencegah stunting atau masalah gizi kronis di Indonesia dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan kasus tertinggi di Asia.

 

“ Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat dan organisasi yang bergerak aktif di bidang kesehatan untuk mencegah stunting,” pungkasnya.