Perpusda Brebes Gelar PLM Inklusi Sosial

Iklan Semua Halaman

Perpusda Brebes Gelar PLM Inklusi Sosial

Kamis, 05 November 2020
Workshop Peer Learning Meeting (PLM) di Desa Inklusi ( Dok Raeko)


Brebes (cbmnews.net) - Perpustakaan Desa percontohan pelaksana program transformasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial di Kabupaten Brebes mengikuti Workshop Peer Learning Meeting (PLM) tujuanya yaitu untuk melakukan pembelajaran bersama antar perpustakaan desa yang menjadi percontohan program transformasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial di Kabupaten Brebes.

“ Setelah bulan agustus lalu sudah melaksanakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Rumah Literasi Waskita dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) kini sebagai tindaklanjutnya di gelar kegiatan lanjutan,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes melalui Kasi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, Kursin di balaidesa Jatibarang Lor kemarin.

Menurutnya, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes saat ini mendampingi 11 Desa percontohan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang merupakan embrio untuk model pengembangan perpustakaan desa di kabupaten Brebes mendatang. 

“ini merupakan proses pembelajaran bersama antar perpustakaan yang melaksanakan program layanan inklusi sosial untuk melihat kendala dan tantangan serta melakukan evaluasi untuk bisa direplikasi di desa lain di Kabupaten Brebes” Tambahnya.

Masih menurut dia, semangat dari 11 Desa ini kami apresiasi karena bisa melakukan berbagai kegiatan dari rencana tindaklanjut perspustakan masing-masing Desa.

“ Laporan kegiatan setiap perpustakaan harus di upload ke dokumentasi online perpusnas dan banyak yang direalisasikan dan kami apresiasi sebagai penyemangat bagi perpustakaan lainya,” ungkapnya.

Kegiatan workshop PLM sendiri diikuti oleh 40 orang dari 11 pengelola perpustakaan inklusi sosial, perpustakaan observer, pegiat literasi dan library support di Kabupaten Brebes. 

Narasumber workshop ini adalah Diana Nugraheni, pustakawan Provinsi Jawa Tengah dan Daryati, Pegiat literasi sekaligus Master Trainer Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari Boyolali.

Kontributor : Raeko