Agung Widyantoro : Refleksi dari Peristiwa Isra Mi’raj

Iklan Semua Halaman

Agung Widyantoro : Refleksi dari Peristiwa Isra Mi’raj


Momentum peringatan Isra Mi’raj merupakan sebuah refleksi bagi setiap muslim untuk memahami dan mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kesedihan yang bertubi – tubi dialami beliau membuatnya tetap bersabar menghadapi cobaan.


Dari kejadian beliau saat dilempari batu oleh warga Kota Thaif hanyalah salah satu episode perjalanan dakwah Rasulullah yang penuh liku dan tantangan. Sebelumnya ada rangkaian peristiwa menyedihkan yang dialami beliau.


Diantara peristiwa tersebut, pemboikotan total yang dilakukan oleh kaum quraisy kepada keluarga bani hasyim dan kaum muslimin serta kehilangan dua perisai yang selalu mendukung dakwahnya yakni paman Nabi, Abu Thalib dan istri Nabi, Khadijah yang meninggal dunia.


Peristiwa tersebut menjadi inspirasi bagi anggota DPR RI Fraksi Partai GOLKAR H. Agung Widyantoro, SH, M.Si pada momen Peringatan Isra Mi’raj yang bertepatan pada tanggal 11 Maret 2021 atau 27 Rajab 1442 H, untuk menyelami dan mengambil hikmah yang sangat besar bagi perubahan serta peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan.


Refleksi Hijrah

Dari berbagai peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperjalankan beliau ke langit melalui peristiwa Isra Mi’raj. Isra Mi’raj adalah perjalanan spektakuler yang pernah dilakukan manusia. 


Betapa tidak, Rasulullah SAW melakukan perjalanan malam hari dan dalam waktu yang amat singkat dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Dari Al-Aqsa, beliau naik ke langit melalui beberapa tingkat, menuju Baitul Makmur, Sidratul Muntaha (tempat tiada berbatas), Arasy (takhta Allah), hingga beliau menerima wahyu langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Dari peristiwa tersebut, kita diajak untuk membaca ( iqra ) dengan kejadian di sekeliling kita serta mampu memahami esensi yang terkandung dari sebuah sejarah nyata, termasuk yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada peristiwa Isra Mi’raj.


Ada ibrah ( pelajaran ) yang patut diambil untuk dijadikan barometer terhadap setiap sesi proses kehidupan yang dijalani manusia. Kemampuan mengambil hikmah inilah yang merupakan proses perbaikan dalam kehidupan yang lebih baik. Proses inilah yang dimaknai sebagai hijrah.


Sebagai salah satu prinsip jalan hidup manusia, hijrah harus senantiasa dimaknai dengan benar. Secara bahasa, hijrah berarti meninggalkan atau menghindari diri dari sesuatu, baik dengan raga, lisan dan hati. 


Hijrah dengan raga berarti pindah dari suatu tempat menuju tempat lain. Hijrah dengan lisan berarti menjauhi perkataan kotor dan keji. Sementara hijrah dengan hati berarti menjauhi sesuatu tanpa menampakkan perbuatan.


Makna lebih luas tentang hijrah, tentu bukan saja hijrah fisik, namun sebuah perilaku nyata untuk berbuat lebih baik lagi di dalam menjalani proses kehidupan. Hijrah menuju peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, salah satunya adalah sebuah amanat besar yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjalankan perintah Shalat Lima Waktu.


Pelaksanaan Shalat Lima waktu merupakan manivestasi dari “oleh – oleh” perjalanan Rasulullah SAW menemui Tuhan-Nya untuk mendapat perintah langsung perintah ibadah Shalat. Perintah shalat lima waktu ini merupakan perintah yang sangat Rasulullah saw pegang erat dan sangat Rasulullah teguhkan kepada Umatnya supaya jangan sampai meninggalkan shalat karena shalat merupakan kunci utama diterimanya  semua amal yang dikerjakan umatnya .


Makna hijrah yang lainnya, berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari kebodohan menuju ilmu, dari kebohongan menuju kejujuran, dari kesewenang-wenangan menuju keadilan, dari arogansi menuju kelemah-lembutan, dari permusuhan menuju perdamaian.


Intinya, berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik dan memberi manfaat yang lebih besar kepada umat, bangsa, dan negara. Jika dicermati secara mendalam, makna hijrah secara filosofi sesungguhnya mengandung nilai-nilai dan ajaran yang yang luar biasa, baik dalam bidang ekonomi dan bisnis, sosial kemasyarakatan, politik, maupun hukum. 


Selamat Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam. Semoga kita mampu berhijrah ke arah lebih baik untuk selalu meneladani dan mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam.